ngentot-memek-tante-rini-yang-hot-cabul1

Aku adalah orang yang suka dengan tante2. Apalagi tante2 yang kerut mukanya tidak kalah dengan anak perawan saat ini.
Ada kemungkinan biasanya mereka paling teratur merawat badan mulai dari minum jamu hingga luluran. Sebulan yang lalu aku pergi kerumah sepupuku,
kebetulan rumahnya berada didalam gang yang tidak bisa masuk mobil. Jadi mobilku aku parkir di depan gang dekat sebuah salon.
Setiba dirumah sepupuku, aku disambut oleh istrinya yang bernama ririn, ririn dikategorikan sangat sexy, apalagi dia hanya mengenakan daster.
Aku disuruh duduk diruang tamu, lalu dia kembali dengan satu cangkir the manis, karena kursi diruang tamu agak pendek, maka dengan tidak sengaja aku dapat melihat toked ririn yang tidak mengenakan BH.
Wach pagi2s udah dibuat pusing nich pikirku. Tapi aku hilangkan pikiranku jauh2, karena aku pikir dia sudah termasuk keluargaku juga.
Akhirnya setelah sepupuku tiba sebut saja ardan, kami bertiga ngobrol hingga sore hari. Lalu aku izin untuk menghirup udara sore sendirian,
karena aku akan nginap dirumah si ardan hingga besok pagi. Aku berjalan kedepan gang sambil melihat mobilku, apakah aman parkir disana.
Setelah melihat mobil aku mampir ke salon sebentar untuk gunting rambut yang kebetulan sudah mulai panjang.
Disana aku dilayani oleh seorang tante, umurnya kurang lebih 35tahun, kulit kuning langsat, body sexy, gemuk tidak, kurus tidak,
sedangkan raut mukanya manis dan belum ada tanda-tanda keriput dimakan usia, malah masih mulus, saya rasa tante tsb sangat rajin merawat tubuhnya terutama mukanya.
“Mas mau potong rambut atau creambath nich,” sapa tante tersebut.“Mau potong rambut ” jawabku.Singkat cerita setelah selesai potong rambut tante tersebut yang bernama Rini menawarkan pijat dengan posisi tetap dibangku salon. Setelah setuju sambil memijat kepala dan pundak saya, kami berkomunikasi lewat cermin di depan muka saya.
“Wach pijatan tante enak sekali” sapaku.“Yach biasa Mas, bila badan terasa cape benar, memang pijatan orang lain pasti terasa enak” jawabnya.
“tante juga sering dipijat kalau terlalu banyak terima tamu disalon ini, soalnya cape juga Mas bila seharian potong/creambath rambut tamu sambil berdiri” jawabnya lagi.
“Sekarang tante terasa cape enggak” tanyaku memancing.“Memang Mas mau mijitin tante” jawabnya.“Wach dengan senang hati tante, gratis lho.. kalau enggak salah khan biasanya bila terlalu lama berdiri, betis tante yang pegal-pegal, benar enggak tante?” pancingku lagi.
“Memang benar sich, tapi khan susah disini Mas” jawab taante Rini sambil tersenyum.Naluriku langsung berjalan cepat, berarti tante Rini ini secara tidak langsung menerima ajakanku. Tanpa buang-buang waktu aku berkata “tante khan punya asisten disini, gimana kalau aku pijit tante diluar salon ini?” pancingku lagi.
“Mas mau bawa tante kemana?” tanya tante Rini.“Sudahlah tante.. bila tante Rini setuju, saya tunggu tante dimobil di depan salon ini, terserah tante dech mau bilang/alasan kemana ke asisten tante” tante Rini mengangguk sambil tersenyum kembali.
Singkat cerita kami sudah berada didalam hotel . tante Rini mengenakan celana panjang, dengan baju terusan seperti gamis. Aku mempersilahkan tante Rini telungkup diatas tempat tidur untuk mengurut betisnya, dia mengangguk setuju.
“Enggak nyusahin nich Mas”“Tenang saja tante, enggak bayar koq , ini gratis lho.” jawabku.Lalu aku mulai mengurut tumit ke arah betis dengan body lotion. Celana panjang tante Rini aku singkap hingga ke betisnya, tapi karena paha tante Rini terlalu besar ujung celana bagian bawah tidak bisa terangkat hingga atas. Ini dia kesempatan yang memang aku tunggu.
“tante maaf nich, bisa dibuka saja enggak celana tante masalahnya nanti celana tante kena body lotion, dan aku memijatnya kurang begitu leluasa, nanti tante komplain nich”
Kulihat tante Rini agak malu-malu saat membuka celana panjangnya, sambil langsung melilitkan handuk untuk menutupi celana dalamnya. Lalu aku mulai memijit betisnya dengan lotion sambil perlahan-lahan menyingkap handuknya menuju pahanya. Kulihat dari belakang tante Rini hanya mendesah saja, mungkin karena terasa enak pijitanku ini. Saat mulai memijit pahanya body lotion aku pergunakan agak banyak, dan handuk sudah tersingkap hingga punggungnya.
Aku mulai renggangkan kedua kaki tante Rini, sambil memijat paha bagian dalam. Tampaknya tante Rini menikmatinya. Tanpa buang waktu dalam keadaan terlungkup aku menarik celana dalam tante Rini ke bawah sambil berkata “Maaf tante yach”.
Dia hanya mengangguk saja sambil terpejam matanya, mungkin karena tante Rini sudah mulai terangsang saat aku pijit pahanya dengan lotion yang begitu banyak.
Wow kulihat pantat tante Rini tersembul dengan belahan ditengahnya tanpa sehelai rambut yang mengelilingi memek tante tersebut. Aku mulai lagi memijit paha bagian atas hingga ke pantatnya dengan menggunakan kedua jempolku. Kutekan pantat tante Rini hingga belahannya agak terbuka lebar, dengan sekali-kali aku sapu dengan keempat jariku mulai dari memek ke atas .
“Och.. Och.. ”Hanya itu yang keluar dari mulut tante Rini, rupanya dia mulai sangat amat terangsang, tapi dia type yang pasif, hanya menerima apa yang akan diperbuat kepadanya. Aku mulai nakal, kulumuri kelima jariku dengan lotion lalu aku mulai sapu hingga kebawah ke arah memek tante Rini dan diimbangi dengan makin naiknya pantat tante Rini.
“Och.. Och.. Mas teruskan Mas.. Och..” Pelan-pelan kumasukan jari telunjuk  ke dalam memek, lalu kukocok hingga mentok kedinding bagian dalam memeknya, Kulihat tante Rini agak meringis sedikit, tapi tetap tidak ada sinyal menolak.
Dan kulihat tante Rini sudah tidak lagi meringis tanda kesakitan, tapi sudah terlihat diwajahnya rasa kenikmatan, meskipun matanya terus terpejam hanya beberapa kali tersengah.
“Och.. Och..” Setelah itu aku jilat kuping Bu Rini dengan lidahku sambil berbisik. “Aku masukan  kontolku yach…” tante Rini hanya mengangguk setuju tanpa membuka matanya. Lalu aku buka seluruh pakaianku, lalu aku ganjel perut tante Rini dengan bantal yang kulipat, supaya pantat dan lubang vaginanya agak menguak ke atas. Lalu aku masukan kontolku ke dalam memeknya tante Rini dan kukocok hingga 15menit, lalu kulihat lendir putih sudah mulai keluar dari lubang memeknya tante Rini.
Rupanya tante Rini sudah mencapai klimaks hingga mengeluarkannya duluan, lalu aku kuayun kembali kontolku hingga 15 menit kemudian, hingga tante Rini mencapai klimaks yang kedua kali. Sedangkan kontolku makin tegang saja. Karena sudah pegal juga pinggangku, aku ambil body lotion kulumuri anus tante Rini sambil kubuka lubang anus tersebut hingga masuk ke dalam, lalu aku pelan-pelan menekan ujung kontolku hingga masuk ke dalam anus tante Rini.“Och.. Pelan-pelan Mas..” tante Rini mengeluh.
Terus kutekan kontolku hingga masuk ke dalam anus tante Rini, lalu pelan-pelan aku cabut kontolku. Memang kontolku terasa amat terjepit oleh lubang anus tante Rini, ini membuat aku mulai terangsang. Kutekan lagi kontolku ke dalam lubang anus tante Rini, dan pelan-pelan mulai kukocok lubang anus tante Rini dengan kontolku ini sambil melumuri body lotion supaya lubang anus tante Rini tidak lecet, terus kulakukan aktifitas ini hingga 5 menit dan tiba-tiba dikontol mulai mengadakan reaksi ingin berlomba-lomba keluar. Lalu kucabut kontolku, dan kulepaskan seluruh spermaku bertebaran diatas sprei.
Setelah itu tante Rini langsung membersihkan badannya kekamar mandi, lalu kususul tante Rini di kamar mandi yang sudah tanpa sehelaipun benang ditubuhnya, lumayan bodynya cukup montok, tokednya sudah agak kendur tapi masih menantang seperti buah pepaya yang masih tergantung dipohon, perutnya juga sudah mulai ada lipatan lemaknya, tapi tetap enak dipandang, karena memang warna kulitnya seluruhnya kuning langsat. Lalu aku bantu Bu Rini saat hendak memakai sabun ditubuhnya, demikian juga aku dibantu juga oleh tante Rini.
Setelah selesai mandi kontolku mulai bangun kembali, lalu kuminta tante Rini untuk main kembali, tante Rini memberikan isyarat ok. Dan kusuruh tante Rini duduk dikursi tanpa mengenakan pakaian selembarpun, kuangkat kedua kakinya ke atas dengan posisi mengangkang lalu kusuruh tante Rini memeluk kakinya kuat-kuat, lalu aku jongkok dan mulai menyapu memeknya tante Rini dengan lidahku, sambil jari telunjukku ikut masuk ke dalam tante bagian bawah sambil mengocoknya. Disini tante Rini tampak mendesah agak keras.
“Och.. Och.. Och.. Masukan saja Mas.. Aku enggak kuat” Tanpa buang waktu lagi karena memang kontolku mulai keras kembali, kutekan kontolku ke dalam memek tante Rini kembali sambil setengah berdiri, sedangkan kedua kaki tante Rini sudah bersandar di depan bahuku, terus kusodok memek tante Rini dengan kontolku, hingga 30 menit lebih aku belum bisa juga mengeluarkan spermaku. Lalu kuminta tante Rini untuk mengisap kontolku supaya cepat keluar.
Kedua kakinya kuturunkan lalu aku memegang kedua pipinya ke arah kontolku, lalu aku memasukan kembali kontolku ke dalam mulut tante Rini, disini kulihat tante Rini mengimbangi dengan isapan serta air liurnya yang mulai menetes dari mulutnya untuk membuatku cepat mencapai puncak. Memang benar-benar lihai tante Rini, sebelum mencapai waktu lima menit aku sudah tidak tahan lagi menahan spermaku muncrat didalam mulutnya.
Setelah itu kami berdua membersihkan diri kembali kekamar mandi, lalu kami kembali ke salon tante Rini. Sebelum keluar dari mobil, aku sempat berbisik kepada tante Rini. Memang yang lebih tua, sangat paham dalam pengalaman dalam hal ini dibanding dengan yang masih muda. tante Rini hanya tersenyum manis saja, sambil turun dari mobilku dan kembali masuk ke dalam salonnya.