ngentot-memek-tutik-pembantu-yang-hot-cabul

Saat aku pulang kantor, aku lihat ada seorang cewek yang wajahnya cukup manis, tubuhnya aduhai, tidak terlalu tinggi 160 cm-an, toket kelihatan montok dan mengkel. Aku yang biasanya gak terlalu peduli sama pembantu,kali ini harus nafsu melihatnya. Pikiran seronok langsung mewarnai otakku. Aku langsung masuk ke rumah dan mencari istriku, langsung tanya tentang cewek itu. “Itu pembantu baru ya… emang dapat dari mana…?” “Istri teman kamu tadi yang bawain, trus dia bawa ke sini. Dia katanya anak lampung.” “Oh… jawabku. Kayaknya dia masih bocah gitu… Emang dia sudah bisa kerja ?” Tanyaku. “Baru 18 th, tapi katanya sudah pernah kerja sih. Ya gak salah kan kalo kita coba dulu” Kata istriku. “Terserah Mama dech… Kan ini urusan perempuan.” Padahal dalam hati aku sangat cocok banget dengan pembantu yang satu ini. Pokoknya bakal bisa aku betah di rumah. Rasanya bergetar hatiku. Bahaya nih, kenapa aku tertarik banget sama dia ya ?. Pikiran kotor dan ngeres terus mewarnai otakku. Baru lihat saja kok aku jadi nafsu gini.hahaha… Keesokan harinya saat istriku ngantar anakku sekolah, aku coba ajak dia bicara . “Nama kamu siapa ?” Tanyaku. “tutik Pak” Jawabnya singkat. Walaupun masih agak malu2 tapi kelihatannya dia cukup berani. “Masih kecil ya kamu, tapi kok kayak dah dewasa gitu, badan kamu tidak sesuai dengan umur kamu. Bahkan maaf ya… toket kamu sudah gede banget gitu. Kayaknya sudah pernah diremas2 cowok dech“ Dengan sopan aku berusaha menggodanya. “Ih Bapak bisa saja, saya jadi malu.” Ujarnya tersipu. Kelihatannya dia tersanjung dengan ucapanku. “Pacar kamu pasti nakal… dan seneng ngremesin toket kamu ya….” Karena dia kelihatannya tidak keberatan aku goda. “Bapak kok tahu sih…?” “Tahulah… bahkan dengan lihat bentuk badan kamu aku juga tahu kalo kamu pernah, bahkan sering… maaf ya jangan marah kalo aku salah…. Kamu sering dientot kan….” Tembakku. Dia kaget, mukanya jadi merah dan kayak orang ketakutan. “Jangan malu dan takut, itu kan urusan kamu sendiri. Buat aku gak ada pengaruhnya kok bila pembantu disini walau masih bujang tapi sudah gak perawan…” Aku coba menenangkannya. “Tapi Bapak jangan bilang sama Ibu ya Pak…, saya takut ibu jadi mulangin saya nanti.” Pintanya. “Iya aku gak akan bilang kok, tapi ada syaratnya. Pertama, kamu harus mau crita tentang pacar kamu, dan gimana dia berhubungan” pancingku. “Kami sebenarnya sudah tunangan Pak, makanya setiap ada kesempatan kami sering melakukannya. Tapi dia juga ngencani cewek lain, makanya aku tinggal ke Jakarta.” “Lha kamu sekarang jauh dari pacar kamu, trus apa kamu gak ketagihan…?”. Kejarku, karena aku sudah nafsu banget tuk bisa ngentotin dia. “Sering juga sih Pak nafsu banget. Bapak kan tahu orang kalo sudah pernah ngrasain yang satu itu pasti akan ketagihan. Tapi gimana lagi, saya sudah jengkel banget sama dia, walau masih cinta.” Critanya sambil nunduk. “Kalo lagi pingin, gimana kamu ngatasinya ?” Dia terbuka banget sama aku. Kayaknya ada kesempatan nih buatku. “Ih… malu ah Pak.” Gak apa2, cerita saja. Siapa tahu aku bisa bantu kamu. “Gimana ya Pak… saya kan orang normal… jadi kalo udah ngebet ya……..” Dia diam sejenak, kelihatannya ragu untuk mengatakannya. Aku diam saja menunggu, akhirnya….. “Saya… jadi masturbasi…. Habis mau sama siapa lagi… kan sekarang sudah gak punya pacar lagi. Bapak jangan ketawain saya ya… maaf kalo saya ngomong apa adanya…” lanjutnya. “Kasihan juga ya kamu…, kalo ada kesempatan mau gak kamu aku bantuin nglepas hasrat kamu saat muncul…?” pancingku. “Bapak bantunya gimana… emang Bapak mau sama saya….?” Katanya dengan malu dan ragu-ragu. “Aku kan kasihan sama kamu, lagian kalo pas kamu nafsu gak tersalurkan kerja kamu malah berantakan nanti. Emang kamu mau dimarahin Ibu karena kerja gak bener…?, Kalo bantunya gimana kita lihat saja nanti.” Aku denger suara mobil, istriku sudah datang dari antar anak sekolah. “Nanti kita atur saja ya… Tuh Ibu sudah datang, bukain pintunya dulu.” Kataku padanya. Istriku masuk ke rumah sambil bilang, katanya mau shoping sama temen2nya. Katanya nanti pulangnya sekalian jemput anak dari sekolah. Wah kesempatan bagus nih pikirku, karena aku sudah ngebet banget tuk bisa muasin tutik yang suka kehausan itu. Setelah aku ijinkan istriku langsung berangkat. Aku langsung panggil tutik. “Tik, bisa gak kamu bantu pijitin badan aku… di kamar ya….” Pintaku. “Bisa Pak” Aku langsung ke kamar, tutik ngikuti dari belakang. Kupikir ini kesempatan bagus, rasanya aku sudah gak kuat nunggu lebih lama lagi. Lagian sayang kalo dilewatkan kesempatan yang ada. Aku langsung copot baju dan celana panjangku. Tinggal CD yang menempel di celanaku. “Lho kok pakaiannya dicopot smua Pak, katanya mau dipijitin. Maaf ya Pak… karena saya bisa nafsu kalo lihat laki2 hanya pakai cd gini…” “Ya sudah, kamu sini……” Ku raih tangannya dan langsung aku tidurin di ranjang. “Kamu lagi nafsu kan….” tutik diam saja. Aku langgsung cium kening, kelopak mata, hidung terus akhirnya bibirku sampai ke bibirnya. Tanganku dari belakang leher menuju ke arah toketnya yang sudah membusung menanti serangan dariku, setelah sampai kuelus dari pinggir toket memutar trus kuremas dengan pelan. “Agh…. Shhh…. Pak……” Dia mulai mendesis dan menggeliat. Bibirnya menyambut bibirku, kuteroboskan lidahku kedalam mulutnya tuk menggapai lidahnya. Dia membalas dengan mengeluarkan lidahnya dan melilit lidahku. Sungguh nikmat rasanya memeluk cewek ABG seperti tutik. Kugigit lidahnya….. “Ough….. shhhhh…. Pak…. tutik…. een….nak…. terus … Pak……” tutik mulai lepas kendali, kelihatan sekali bahwa dia besar nafsunya. Setelah beberapa saat kami bersilat lidah, bibirku kuturunkan ke lehernya. Secara bergantian kuserang bibir leher dan daun telingannya sambil tanganku terus meremas-remas toketnya kanan dan kiri bergantian. Tak henti2 tutik mengerang nikmat bahkan semakin keras erangannya, pasrah terhadap apa yang aku lakukan. Aku berusaha membuka baju oblongnya, dia membantu mempermudah dengan mengangkat tangannya. Aku benar2 gak tahan melihat gundukan toketnya, aku buka juga celana dan bra-nya biar lebih mudah meremas dan enak rasanya. Sekarang tutik sama denganku, hanya mengenakan cd. tutik belum berani untuk membalas seranganku, sengaja aku biarkan dia menikmati serangan yang aku lakukan biar dia lain kali ketagihan permainanku. Kucium pinggir toketnya yang keras dan membusung, badannya langsung menggeliat dan kepalanya menggeleng ke kanan kiri sambil tangannya menjambak rambutnya sendiri. Pelan2 dari pinggir toket bibirku mendaki ke puncak pentilnya, kugigit pelan dan kuhisap secara bergantian, sambil tanganku menerobos cd-nya yang sudah basah. Kutemukan gundukan yang terbelah yang sedang menantikan serangan. Saat tanganku mengelus belahannya dia, semakin menggeliat dan merintih dahsyat…. “Auww….ssshhhh…….Ough…..Pak…… pacarku mainnya gak seenak in…..ni… Pak….” Ceracaunya. Aku buka cd-nya biar gerakan tanganku lebih leluasa. tutik ngebantu dengan mengangkat pantatnya sehingga aku dengan mudah mencopotnya. Mengingat dia sudah gak perawan, dengan lembut jari tengahku kuteroboskan memasuki memeknua yang sangat sempit. Kutemukan benjolan kecil yang sangat basah. Sambil bibirku menyerang toketnya jari tanganku kukeluar masukkan sambil mengelus-elus memknya sehingga membuat dia semakin kelojotan dan meraung-raung kenikmatan. “Ough…… shhhh…….Atik…. me…. Layangggg…. Ah……… Pak…….” Tak kupedulikan ceracaunya, terus kuserang dia. Kontolku rasanya sudah gak tahan untuk menjelajah dan menyodok memek tutik yang sempit itu. Tapi aku harus sabar, aku pingin dia bisa mencapai puncak dulu biar bener2 puas. Setelah 15 menit ku serang akhirnya…. “ Ah… augh…shhhh…shhhh….. Pak…. tutik ….. ma….u…..klu…..ar….. te….ruuuusssssss……….” Badannya berkelojotan tak karuan dan mengejan beberapa kali, tanganku kena semburan basah kenikmatannya. Nafasnya terus memburu, akhirnya dia lunglai. Dia aku peluk mesra sambil aku ciumin bibirnya biar dia lebih bisa ngerasa nikmat di puncak orgasmenya. Setelah nafasnya agak normal kutanya, “Gimana tutik ….. Enak ya….?” “Aduh… enak banget Pak, hampir tak kuat ngrasain ngrasain nikmatnya…..” jawabnya sambil ngos-ngosan. “ Pemanasan aja mainnya Bapak enak banget, gimana kalo punya Bapak yang masuk ya…..” “Mau…..?” Tanyaku. “Mmm………” Dia hanya menggumam. Aku sebenarnya juga sudah gak tahan untuk segera nyodok memek dia, makanya aku dudukin dia di tepi ranjang. Kuraih tangannya untuk memegang kontolku yang menonjol dan masih terbungkus cd. “Kok kepalanya kluar Pak….. gede banget……..punya Bapak. Mana muat punyaku nanti….” Komentarnya. “Coba saja…..buka saja cd-ku….” Kataku sambil mengelus2 rambutnya. tutik menarik cd-ku ke bawah karena dia duduk di depanku saat kontolku yang sudah ngaceng berat lepas dari cd mengenai mukanya. “Ouw…. Pak. Bener-bener gede Pak…..” Serunya. Kuraih kepala tutik dan kutarik dan kusuruh dia menjilat kontolku. tutik menjilati kontolku dari ujungnya, lidahnya dimainin disitu terus kebagian batang dan pangkal kontolku. Aku rasanya melambung kenikmatan. Dia kusuruh menghisap kepala kontolku sambil kepalanya kupegang dan kugerakkan maju-mundur. “Ough….tik…..nikmat banget. Kamu pinter banget Tik……..” Erangku. Sambil ngemut lidah dia tak henti-hentinya mengusap-usap kontolku, dibantu tangannya membantu dengan mengocok maju-mundur sehingga semakin membuatku kenikmatan. Setelah 10 menit, kusuruh tutik mengeluarkan kontolku dari mulutnya. Kubaringkan Dia diranjang. tutik membuka selangkangannya, sehingga mempertontonkan gundukan memeknya yang terbelah merekah semakin membuatku bernafsu. “Ayo Pak…. tutik pingin banget rasain kontol Bapak……” Taka sabar dia. Aku memposisikan diriku diantara paha dia. Kuangkat kedua kakinya. Kontolku kugesek2kan ke memeknya. Atik meringis tak sabar menunggu. Kutekan pelan kontolku di lubang nikmatnya. Rasanya sempit banget memek tutik. Karena tak sabar dia mengangkat pantatnya yang otomatis membuat kontolku masuk dan kejepit di memeknya. Sungguh nikmat banget memek ABG satu ini. “Ouw….www…sshhhh….. enak Pak….. genjotin saya Pak…. Ouh….. nikmatin….sa…ya….” Katanya sambil pantatnya langsung digoyang2, sehingga membuatku ngerasakan nikmat yang tak terkira. Rupanya dia sangat pinter ngelayani pria. “Plok-plok-plok…….” Bunyi benturan antara pangkal kontol dan memek dia saat aku semakin gencar menggenjot tutik. “Ouh….. sshhhh…. Ter…rus….. Pak…… Enak…..banng…nget…..kontol Bapak……” Tak hentinya dia meracau sambil tangannya menjambat rambutnya sendiri dan kepalanya terus menggeleng ke kanan kiri. Lima menit kemudian…. “Ouwww….. Pak….. Aaa….. tik …… sam…. Pai…. Lagi…………….ough… sssshhhh…….” Badannya mengejan dan kontolku terasa kesemprot oleh cairan nikmatnya. Saat dia keluar kusambut dengan sodokan kontol dengan semakin gencar sehingga benar2 kelojotan, sampai akhirnya badan tutik melemas. Kuperlambat kocokanku, kucium bibir dan kuremas toketnya sambil menunggu dia agak pulih lagi. Setelah kukocok agak pelan selama 2 menit kelihatannya dia mulai tegang lagi. “Bapak kuat banget….. aku jadi enak…..” katanya. “Ayo bantu aku sampai keluar….” Kataku. “Siap Pak…….” Jawabnya. Akhirnya kegencarkan lagi genjotanku. tutik menggoyang dan memutar pantatnya mengimbangi gerakannku, sehingga kontolku seperti diremas2 rasanya. Sungguh nikmat banget ngentotin tutik. “Ouhgh…….Tik…..kamu pinter banget….. enak banget memek kamu……” Lima menit kemudian Atik mengejan lagi dan badannya melemas. Aku juga sudah gak kuat lagi nahan lebih lama. Kucabut kontolku dan aku merangkak ke atas. “Supaya kamu gak hamil aku semprotin di mulut kamu ya……” pintaku. Tangannya langsung meraih kontolku dan memasukkan ke mulutnya. Sambil mengocok dan lidahnya bermain2 dikepala kontolku. Aku semakin blingsatan dan semakin gencar sodokan kontolku dimulutnya. Dan, akhirnya…. “Oughhhhh…ssssss……..Tik………………” Aku mengejan dan menyemprotkan maniku yang banyak kemulutnya. tutik aku suruh nelan spermanya. tutik turuti apa yang aku suruh. Kami terkulai lemas sambil berpelukan.